SEJARAH DESA TAMBALA
KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA
TAHUN 1986-2012
Desa Tambala berasal dari dua kata dalam bahasa Tombulu yaitu Tou Wala yang artinya
“Orang yang bersinar atau orang bercahaya”.Menurut cerita legenda disungai Tambala sering
ada penampakan seorang puteri dalam bentuk cahaya atau sinar di sungai tersebut. Pada tahun
1986 Tambala sudah ada pemukiman penduduk yang disatukan dalam satu lingkungan atau yang
disebut jaga tujuh (7) tapi masih masuk wilayah Sarani Matani, setelah dimekarkan desa
Tambala hanya terdiri dari 2 jaga, desa Tambala adalah desa pemekaran dari desa Sarani
Matani.(Arsip Desa Tambala)
Penduduk desa Sarani Matani berasal dari Tombulu, mereka adalah perintis pemukiman
awal di Tanawangko. Suatu ketika orang-orang Tombulu yang berdiam di daerah pegunungan
sangat membutuhkan bahan garam. Beberapa kepala keluarga bersatu dan bertekad untuk
mencari garam dengan cara menyusuri sungai dan mereka memiliki keyakinan bahwa sungai
tersebut pasti mengalir menuju laut yang airnya bergaram. Ketika dalam perjalanan menyusuri
sungai mereka semakin kagum dengan keadaan alamnya, salah satu hal yang membuat mereka
kagum adalah bahwa air sungai yang mereka telusuri semakin lama sungai tersebut semakin
besar. Sungai inilah yang akhirnya dinamakan sungai Ranowangko artinya air besar.
Seiring dengan perkembangan penduduk yang cukup pesat, maka pada tahun 1986
dibuka pemukiman baru di wilayah Tambala. Kemudian oleh pemerintah desa dan lembaga
masyarakat desa (LMD) Desa Sarani Matani berembuk untuk mengadakan pemekaran desa,
karena melihat jarak dari pemukiman baru dengan pusat pemerintahan desa yang sudah cukup
jauh serta jumlah penduduk yang sudah semakin banyak, maka disepakatilah untuk dimekarkan.
Adapun usul pemekaran ini diterima serta telah disetujui oleh pemerintah, dan akhirnya pada
tahun 1985 adalah merupakan tahun persiapan pembentukan desa, pada Oktober 1986 secara definitif maka terbentuklah desa baru yang kemudian diberi nama Desa Tambala, desa
pemekaran yang dimekarkan dari desa Sarani Matani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar